Pesan Singkat Massal (SMS Blast) untuk Pencegahan dan Penanganan Dini KARHUTLA

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meresmikan pemanfaatan sistem pesan singkat massal atau SMS Blast untuk penyebaran informasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini dirasa perlu dilakukan melihat peningkatan penggunaan ponsel pintar di masyarakat, sehingga penyampaian informasi lebih efektif dan langsung dapat diakses oleh masyarakat.  SMS akan dikirimkan masing-masing operator kepada setiap nomor seluler di wilayah-wilayah yang rawan Karhutla.

Disampaikan Menteri LHK Siti Nurbaya, kehadiran SMS Blast ini sebagai bagian dari sistem informasi, dan teknologi yang membuat langkah-langkah pengendalian karhutla semakin sistematis dan instrumen kerjanya lebih modern. “Jadi dengan SMS Blast ini, kita mengangkat lagi dan lebih mendorong lagi kepedulian masyarakat, juga sebagai early warning system (sistem peringatan dini), serta untuk menambah gairah masyarakat dalam menjaga alam dan lingkungan, khususnya dari karhutla,” kata Siti Nurbaya dalam peluncuran sistem SMS Blast Karhutla di Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (4/7).

Melalui kerjasama ini, pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut mencegah karhutla. “Saya sungguh-sungguh percaya bahwa masyarakat kita sangat intens dan gandrung pada informasi. Terima kasih dan penghargaan tinggi untuk semua pihak yang telah berupaya bersama untuk menangani dan mengurangi karhutla dengan terus menerus memperbaiki sistem untuk pencegahan dan langkah-langkah mengatasinya,” ujar Siti Nurbaya.

Siti mengatakan, nantinya, KLHK akan terus secara berkala memberikan informasi kepada Kemenkominfo untuk disebar melalui SMS ke masyarakat. Operator seluler yang nantinya akan mengeksekusi pengiriman SMS secara serentak setelah mendapat arahan dari Kemenkominfo.

“Jadi nanti isinya akan beda-beda setiap daerah. Disesuaikan dengan kondisi yang terjadi dan harus diwaspadai,” ujar Siti.

Peluncuran sistem tersebut, dikatakan Siti, juga merupakan bagian dari persiapan pemerintah dalam menjaga pelaksanaan ASIAN Games 2018 yang bebas dari asap Karhutla.

Dengan adanya SMS Blast, diharapkan pencegahan dan penanganan dini akan semakin efektif dilakukan dengan bantuan dari masyarakat di lokasi terdekat.

Ke depannya, sistem akan terus dikembangkan dan diperluas dengan menyentuh bidang lain di lingkungan hidup. Salah satunya akan dilakukan dalam bidang pencemaran lingkungan hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *