DKN AKAN GELAR SEMILOKA PENYUSUNAN NASKAH VNC – UNSPF 29 MARET 2018

Dewan Kehutanan Nasional (DKN) sedang menyiapkan penyusunan Naskah Voluntary National Contributions (VNC) sebagai pelaksanaan dari UN Strategic Plan for Forests (UNSPF) 2017-2030 yang masuk dalam kerangka UN Forum on Forests (UNFF). Naskah VNC tersebut akan disampaikan oleh Delegasi RI pada sidang UNFF 13 di New York   tanggal 7-11 Mei 2018. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mempercayai DKN untuk memfasilitasi Penyusunan VNC. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, DKN  akan menyelenggarakan Semiloka/Round Table Discussion Pengayaan Naskah VNC – UNSPF Negara Indonesia pada tanggal 29 Maret 2018 di Jakarta.

Semiloka diselenggarakan bertujuan untuk mendiskusikan dan menjaring masukan dari para pemangku kepentingan dalam menyusun VNC. Pejabat eselon I KLHK menjadi narasumber dan juga focal point dari masing-masing goal atau sasaran yang berjumlah 6. Setiap sasaran dikaji menggunakan pertanyaan-pertanyaan kuisioner yang hampir sama dan juga ada beberapa pertanyaan tambahan pada beberapa goal.

Sebelumnya telah lakukan berbagai pertemuan intensif antara DKN dan KLHK untuk menyukseskan kegiatan semiloka. Berbagai upaya dilakukan diantaranya menyurati pejabat eselon I KLHK agar bersedia menjadi narasumber dan memaparkan setiap goal yang menjadi fokus kajian sesuai bidang tugasnya serta diharapkan komitmen dari target yang disampaikan nantinya tidak menjadi beban dikemudian hari. Diharapkan Direktur Jenderal masing-masing menyampaikan apa yang menjadi target dan sudah mencakup seluruh sasaran target.  Paparan Dirjen tersebut akan menjadi 1 Bab dalam laporan/rangkuman dalam 1 Bab.

Dalam kerangka UNFF telah disusun UNSPF 2017-2030 yang mencakup 6 sasaran dan 26 target. Implementasi oleh negara-negara anggota termasuk Indonesia melakukan pelaporan menggunakan reporting format (Format Isian Kuisioner-klik disni) yang di dalamnya terdapat VNC. Adapun 6 sasaran kehutanan global tersebut disarikan pada Tabel dibawah ini – sumber tautan klik disini.

No.

Sasaran

Target

Keterangan

1

Mengembalikan hilangnya tutupan hutan di seluruh dunia melalui pengelolaan hutan lestari, termasuk perlindungan, restorasi, penghijauan, serta  meningkatkan upaya untuk mencegah degradasi hutan dan berkontribusi pada usaha global dalam mengatasi perubahan iklim.

1.1. Kawasan hutan meningkat sebesar 3% di seluruh dunia

1.2. Stok karbon hutan dunia dipertahankan atau ditingkatkan

1.3. Pada tahun 2020, mempromosikan penerapan pengelolaan berkelanjutan semua jenis hutan, menghentikan deforestasi, memulihkan hutan yang terdegradasi dan secara substansial meningkatkan penghijauan secara global

1.4. Daya tahan dan kapasitas adaptif semua jenis hutan terhadap bencana alam dan dampak perubahan iklim diperkuat secara signifikan di seluruh dunia

2.

Meningkatkan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan berbasis hutan, termasuk dengan memperbaiki mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada hutan.

2.1. Kemiskinan ekstrem untuk semua orang yang bergantung pada hutan diberantas.

2.2. Meningkatkan akses usaha hutan skala kecil, khususnya di negara-negara berkembang, hingga layanan keuangan, termasuk kredit yang terjangkau, dan integrasi mereka ke dalam rantai nilai dan pasar

2.3. Kontribusi hutan dan pohon terhadap ketahanan pangan meningkat secara

2.4. Kontribusi industri kehutanan, perusahaan berbasis hutan dan jasa ekosistem hutan lainnya terhadap pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan, meningkat secara signifikan

2.5. Kontribusi semua jenis hutan terhadap konservasi dan konservasi keanekaragaman hayati dan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim ditingkatkan, dengan mempertimbangkan mandat dan kerja sama dari konvensi dan instrumen yang relevan.

3.

Meningkatkan secara signifikan kawasan hutan lindung dan kawasan hutan lainnya secara lestari di seluruh dunia, serta meningkatnya proporsi hasil hutan dari hutan yang dikelola secara lestari.

3.1. Kawasan hutan di seluruh dunia yang ditunjuk sebagai kawasan lindung atau kawasan yang efektif dikonservasi meningkat secara signifikan.

3.2. Luas hutan berdasarkan rencana pengelolaan hutan jangka panjang meningkat secara signifikan

3.3. Proporsi hasil hutan dari hutan yang dikelola secara lestari meningkat secara signifikan.

4

Memobilisasi peningkatan secara signifikan, sumber keuangan baru dan tambahan dari semua sumber untuk pelaksanaan pengelolaan hutan lestari serta memperkuat kerja sama ilmiah dan teknis.

4.1. Memobilisasi sumber daya secara signifikan dari semua sumber dan di semua tingkat untuk membiayai pengelolaan hutan lestari dan memberikan insentif yang memadai kepada negara-negara berkembang untuk memajukan pengelolaan tersebut, termasuk untuk konservasi dan penghijauan.

4.2. Meningkatnya secara signifikan pembiayaan terkait hutan dari semua sumber di semua tingkat, termasuk pendanaan publik (nasional, bilateral, multilateral dan segitiga), pembiayaan swasta dan filantropi.

4.3. Meningkatnya kerjasama Utara-Selatan, Selatan-Selatan, Utara-Utara dan segitiga serta kemitraan publik-swasta mengenai sains, teknologi dan inovasi di sektor kehutanan secara signifikan

4.4. Meningkatnya jumlah negara yang telah mengembangkan dan menerapkan strategi pembiayaan kehutanan dan memiliki akses terhadap pembiayaan dari semua sumber secara signifikan.

4.5. Pengumpulan, ketersediaan dan aksesibilitas informasi terkait hutan ditingkatkan melalui, misalnya, penilaian ilmiah multi-disipliner.

5

Mempromosikan kerangka kerja tata kelola untuk menerapkan pengelolaan hutan lestari, termasuk melalui Instrumen Kehutanan PBB, dan meningkatkan kontribusi hutan kepada Agenda 2030.

5.1. Jumlah negara yang memiliki hutan terpadu ke dalam rencana pembangunan berkelanjutan nasional dan / atau strategi pengentasan kemiskinan meningkat secara signifikan.

5.2. Penegakan hukum dan tata kelola kehutanan ditingkatkan, termasuk melalui penguatan otoritas nasional dan subnasional secara signifikan, serta pembalakan dan perdagangan liar berkurang secara signifikan di seluruh dunia.

5.3. Kebijakan dan program yang terkait dengan nasional dan subnasional bersifat koheren, terkoordinasi dan saling melengkapi antar departemen, departemen dan otoritas, sesuai dengan undang-undang nasional, dan melibatkan pemangku kepentingan terkait, masyarakat lokal dan masyarakat adat, serta sepenuhnya mengakui Deklarasi PBB tentang Hak-hak Masyarakat Adat.

5.4. Isu-isu terkait hutan dan sektor kehutanan terintegrasi sepenuhnya ke dalam proses pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengembangan penggunaan lahan.

6

Meningkatkan kerjasama, koordinasi, koherensi dan sinergi terhadap isu-isu yang terkait dengan hutan di semua tingkat, termasuk di dalam Sistem PBB dan seluruh organisasi kemitraan kolaboratif pada organisasi anggota, serta lintas sektor dan pemangku kepentingan terkait hutan.

6.1. Program yang terkait dengan hutan dalam sistem PBB bersifat koheren dan saling melengkapi serta mengintegrasikan Sasaran Hutan Global dan target yang sesuai.

6.2. Program yang terkait dengan hutan pada organisasi anggota Kemitraan Hutan bersifat koheren dan saling melengkapi dan bersama-sama mencakup beberapa kontribusi hutan dan sektor kehutanan kepada Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

6.3. Meningkatnya koordinasi lintas sektoral dan kerjasama untuk mempromosikan pengelolaan hutan lestari dan menghentikan deforestasi dan degradasi hutan secara signifikan di semua tingkat.

6.4. Pemahaman umum yang lebih besar tentang konsep pengelolaan hutan lestari tercapai dan serangkaian indikator terkait diidentifikasi.

6.5. Masukan dan keterlibatan kelompok utama dan pemangku kepentingan terkait lainnya dalam pelaksanaan Rencana Strategis PBB untuk Hutan (UNSPF) dan dalam pekerjaan Forum, termasuk pekerjaan interseksi, diperkuat.

Rencana Agenda Semiloka :

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *