KLHK MENDUKUNG DAN MENGHARAPKAN INOVASI DKN

Sumberdaya hutan sebagai sumber dan kekayaan pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat masa kini dan masa mendatang, merupakan anugerah dan sekaligus amanah Tuhan Yang Maha Esa, dan oleh karena itu harus dikelola secara bijaksana. Terciptanya tata kelola kehutanan yang baik guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera, berkeadilan dan hutan yang optimal dan lestari merupakan visi dari terbentuknya Dewan Kehutanan Nasional (DKN). DKN merupakan   Lembaga independen yang  beranggotakan  para pemangku kepentingan di bidang kehutanan yang kedudukannya telah dikuatkan dengan penerbitan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.48/Menlhk/Setjen/Kum.1/5/2016 tentang Dewan Kehutanan Nasional. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendorong agar peranserta Dewan Kehutanan Nasional (DKN) dalam memberikan masukan kepada pemerintah dalam pengelolaan  hutan yang lebih baik dapat terus ditingkatkan.

Pertemuan antara DKN dengan Sekretariat Jenderal KLHK pada tanggal 14 Desember 2017 berlangsung akrab dan konstruktif membahas program kerja DKN dan juga isu-isu terkini. DKN dipimpin langsung oleh Ketua Presidium DKN Prof. Didik Suharjito dan diterima oleh Sekretaris Jenderal KLHK Dr. Bambang Hendroyono.

Prof. Didik selain menyampaikan program kerja DKN dalam kerangka Garis Besar Haluan Kehutanan (GBHK) juga menyampaikan dua agenda khusus jangka pendek yang memerlukan dukungan penuh KLHK, yaitu dukungan pada kegiatan penyusunan dokumen Voluntary National Contributions (VNC) yang mana KLHK meminta DKN untuk memfasilitasinya, selanjutnya mengharapkan dukungan KLHK untuk pendanaan operasional kesekretariatan DKN. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan juga kegiatan yang dihadiri oleh Prof. Didik dalam pertemuan para ahli – UNFF di Nairobi Kenya 21-23 November 2017 dalam agenda merumuskan laporan penyampaian dokumen penyusunan VNC.

Sekretaris Jenderal KLHK menyambut baik pertemuan tersebut. Selama ini beliau mengakui banyak terlibat dalam kegiatan yang dilakukan DKN, bahkan dalam beberapa kegiatan besar DKN seperti kegiatan Kongres Kehutanan Indonesia (KKI). Dua agenda khusus yang disampaikan DKN akan segera ditindaklanjuti. Beliau akan mengajak jajaran direktorat eselon 2 untuk bersinergi kepada DKN dalam hal merumuskan dan  melakukan kegiatan di pusat maupun kegiatan  turun langsung ke lapangan di daerah. Tahun 2018 adalah tahun implementasi. DKN diharapkan dapat memberikan solusi dan inovasi dalam menyikapi berbagai permasalahan kehutanan yang terjadi. DKN harus menjadi besar dan membesarkan yang kecil, harus loncat,  tidak hanya melakukan kegiatan rutinitas monoton semata, dan DKN bisa menjadi EO dari KLHK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *