SOSIALISASI UNSPF 2017-2030 DEWAN KEHUTANAN NASIONAL (3 NOVEMBER 2017)

UN Forum on Forests (UNFF) – Forum PBB untuk Hutan adalah forum tingkat tinggi untuk kebijakan antar pemerintah yang beranggotakan negara-negara anggota PBB dan negara pengamat tetap serta badan-badan khusus yang bertujuan untuk memfasilitasi implementasi kesepakatan di bidang kehutanan dan meningkatkan persamaan pemahaman dalam pengelolaan hutan yang lestari. UN Forum on Forests (UNFF) pada Bulan Januari 2017 mengadopsi UN strategic Plan for Forests 2017-2030 (UNSPF).

Ketua POKJA VNC ( Ir. Imam Harmain, MBA) menyampaikan agenda acara Sosialisasi dan Pra-Semiloka UNSPF 2017-2030, 3 November 2017 di Manggala Wanabakti.

 UN Strategic Plan for Forests 2017-2030 (UNSPF) berisikan 6 Global Forest Goals dan 26 associated Targets. UNSPF menyajikan kerangka kerja global untuk tindakan di semua tingkat dalam  pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan menghentikan deforestasi dan degradasi hutan. Diharapkan 6 Global Forest Goals dan 26 associated Targets akan tercapai pada tahun 2030. Untuk menindaklanjutinya diperlukan sebuah pelaporan yang disusun dalam sebuah dokumentasi penyusunan Voluntary National Contributions (VNC). : http://www.un.org/esa/forests/news/2017/01/six-global-forest-goals/index.html.

Ketua Presidium DKN (Prof. Dr. Ir. Didik Suharjito, MS) memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi dan Pra-Semiloka UNSPF 2017-2030, 3 November 2017 di Manggala Wanabakti.

Implementasi UNSPF dilaksanakan terutama oleh (1) Negara anggota,(2) UNFF beserta Sekretriat, (3) Collaborative Partnerhip on Forests (CPF) dan organisasi-organisasi anggota, (4) Sistem PBB, (5) Mitra dan stakeholder lain di tingkat internasional, (6) Organisasi-organisasi dan proses regional dan sub-regional dan (7) Major groups  dan stakeholder lainnya. Negara anggota dapat secara sukarela menyampaikan kontribusi (Voluntary National Contributions/VNC) terhadap pencapaian global forest goals and targets mempertimbangkan situasi, kebijakan, prioritas, kapasitas, tingkat pembangunan dan kondisi hutan. Negara anggota dapat secara sukarela menyampaikan perkembangan pencapaian VNC dalam dokumen yang sama dengan laporan pelaksanaan UNSPF dan UN Forest Instrument (draft format laporan sebagaimana terlampir). Untuk setiap goal beserta target terkait ada serangkaian pertanyaan, antara lain langkah yang diambil (legislatif dan kebijakan; kelembagaan; finansial; dan teknis serta ilmiah. VNC akan dapat teridentifikasi melalui proses penyusunan laporan tersebut.

Antusiasme peserta Sosialisasi dan Pra-Semiloka UNSPF 2017-2030, 3 November 2017 di Manggala Wanabakti.

Pada pertemuan tahunan UNFF ke-12 Tanggal 1-5 Mei 2017 di New York, Indonesia termasuk yang pertama menyampaikan maksud untuk menyusun VNC dan menyampaikannya pada pertemuan tahunan berikutnya, yaitu awal Tahun 2018.  Dewan Kehutanan Nasional (DKN) sebagai lembaga independen yang beranggotakan multipihak dan menjadi mitra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mempunyai posisi yang strategis dan relevan dalam memfasilitasi penyusunan VNC agar bersifat  lebih inklusif dan  komprehensif.  Harapan agar DKN bisa memfasilitasi penyusunan VNC tertuang dalam surat No. S.700/SETJEN/ROKLN/KLN.0/6/2017 yang ditandatangani oleh Sekretaris jenderal KLHK.  Kesediaan DKN dalam memfasilitasi penyusunan VNC tertuang dalam surat No.14/DKN/VI/2017 yang disampaikan dan diterima oleh  Sekretaris Jenderal KLHK.

Moderator (Bpk. Oding Affandi), Para Narasumber (Bpk. Agus Justianto, Bpk. IB. Putera Parthama) dalam paparan dan diskusi topik kajian.

Menindaklanjuti fasilitasi DKN dalam rangka penyusunan naskah VNC maka disusun sebuah tahapan serangkaian agenda kerja sistematis, meliputi:

  1. Rapat brainstorming untuk mengumpulkan informasi, pustaka acuan, dan membangun draft/konsep awal dokumen VNC;
  2. Semiloka pertama untuk mendiskusikan dan mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan dalam menyusun naskah/draft VNC;
  3. Kunjungan lapang untuk menindaklanjuti hasil diskusi dan masukan yang didapat dari kegiatan semiloka pertama;
  4. Rapat konsinyasi penyusunan draft 0 (nol) laporan implemantasi UNSPF, UNFFI dan VNC;
  5. Semiloka kedua untuk finalisasi draft 0 (nol) laporan implemantasi UNSPF, UNFFI dan VNC;
  6. Finalisasi draft dan pencetakan dokumen final VNC.

Rangkaian kegiatan awal berupa rapat brainstorming penyusunan VNC telah dilakukan.  Selanjutnya untuk melakukan pengisian indikator-indikator dalam penyusunan VNC diperlukan tim penyusun, para pakar, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendiskusikan dan memberi masukan dalam rangka penyusunan naskah/draft VNC. Terkait hal ini, DKN memandang penting untuk memfasilitasi sebuah diskusi yang dihadiri pihak-pihak yang berkepentingan dalam sebuah kegiatan semiloka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *